Konsep perencanaan pembangunan yang diterapkan di Indonesia merupakan kelanjutan dari konsep perencanaan awal bangsa ini berdiri. Berikut ini rincian perkembangan dan pergeseran konsep perencanaan pembangunan bangsa Indonesia semenjaka jaman Soekarno hingga sekarang ini:
1. Masa Soekarno (1949-1960)
Masa Soekarno dikenal sebagai periode lahir dan bertumbuhnya Indonesia sebagai sebuah Negara. Pada masa ini kondisi bangsa begitu carut-marut dan diwarnai dengan banyak gejolak yang dipicu oleh persoalan ekonomi, sosial, dan politik. Negara yang baru seumuran jagung dilanda pertikaian dan pemberontakan yang tak kunjung padam. Oleh karena itu bung Karno mencetuskan sebuah konsep perencanaan sebagai jawaban terhadap situasi sosial masa tersebut. Soekarno menerapkan model perencanaan berupa Nation Character Building. Character Building dalam persepsi beliau bermakna upaya untuk membangkitkan kebanggaan dan kecintaan terhadap bangsa sendiri dengan cara menggenjot pembangunan secara fisik. Tiga prioritas utama dalam kerangka Character building ialah pembangunan manusia, ekonomi dan fisik. Dana hasil pampasan perang yang diperoleh dari Jepang dipakai untuk pembangunan mega proyek meliputi: Gelora senayan, monument semanggi, Hotel Indonesia, Saringan, Hotel ambarukmo, nusa dua dan lain-lain
2. Masa Soeharto (1960-1990)
Pada awal Masa Soeharto bangsa Indonesia mencapai perkembangan yang cukup signifikan. Soeharto yang diperkuat oleh tim ekonomi lulusan Amerika Serikat merancang sebuah perencanaan pembangunan yang berbasis pertumbuhan (growth). Konsep growth yang diterapkan melalui pembangunan pusat-pusat pertumbuhan, pengembangan kawasan industry, dan praktek sentralisasi ekonomi dan politik. Soeharto juga memproduksi rancangan perancanaan dalam periode tahunan, lima tahunan, dan sepuluh tahunan yang dikenal dengan sebutan rencana pembangunan. Jaman soeharto dikenal juga dengan kebijaka eksploitasi kekayaan alam secara besar-besaran dengan melibatkan pihak asing dalam pengelolaanya.
3. Tahun 1990-an
Tahun 1990 negara-negara dunia mulai menyadari bahaya kerusakan alam dan peningkatan krisis lingkungan yang semakin parah. Polusi dan kebakaran hutan, pengerukan sumber daya alam secara besar-besaran memicu krisis lingkungan. Berdasarkan kesadaran tersebut maka Negara-negara dunia salah satunya Indonesia mulai mempertimbangkan aspek keberlanjutan (sustainability) dalam perencanaan pembangunan. Dalam hal ini kelestarian alam dan pemanfaatan sumber alam secara kontinyu mulai disadari dan diterapkan dalam kebijakan pembangunan
4. Tahun 1993-1998
Tahun 1993 Indonesia mengalami banyak persoalan dan gejolak yang berkaitan dengan sosial budaya. Hal ini disadari sebagai bahaya laten yang dapat menghancurkan integritas bangsa di masa depan. Oleh karena itu pemerintah pada masa ini mulai mengikutsertakan pertimbangan human development atau pengembangan manusia sebagai modal dasar perkembangan bangsa.
5. Tahun 1998 (reformasi)
Masa ini ditandai dengan gejolak sosial, ekonomi yang pada akhirnya berimbas pada pencopotan Soeharto sebagai presiden Indonesia. Sejalan dengan itu konsep perencanaan juga mengalami pembaharuan terutama dalam penerapan pemahaman demokrasi pluralisme. Konsep perencanaan yang demikian menitik beratkan pada pemerataan pembangunan berdasarkan karakteristik wilayah dan sumber daya yang terkandung di dalamnya.
Konsep perencanaan akan berkembang terus seiring dengan perkembangan kebutuhan dan prioritas manusia. Oleh karena itu praktisi perencana ditantang untuk meningkatkan kemampuan dan kepekaan membaca kebutuhan dan keberlanjutan alam dan manusia dalam pembangunan bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar